Bagikan:

JAKARTA - Jelang Idulfitri 2024, Militer Israel pada Sabtu 29 Maret menyatakan bahwa pihaknya telah memperluas operasi darat di bagian selatan Jalur Gaza.

Dalam pernyataan resminya, militer Israel mengonfirmasi bahwa pasukan mereka telah memasuki kawasan Jeneina di Kota Rafah untuk memperlebar apa yang disebut sebagai "zona keamanan defensif" di wilayah selatan Gaza.

Sepanjang akhir pekan, pasukan Israel mengklaim telah melancarkan serangan terhadap puluhan target di wilayah tersebut. Demikian dikutip dari ANTARA.

Pada 19 Maret, Israel mengumumkan dimulainya operasi darat terbatas guna memperluas zona penyangga antara bagian utara dan selatan Gaza.

Sehari sebelumnya, pada 18 Maret, serangan udara besar-besaran yang dilakukan militer Israel ke Jalur Gaza menyebabkan lebih dari 920 korban jiwa, melukai lebih dari 2.000 orang lainnya, serta mengakhiri kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tahanan yang telah berjalan sejak Januari.

Sejak dimulainya serangan Israel ke Gaza pada Oktober 2023, lebih dari 50.200 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, telah kehilangan nyawa, sementara lebih dari 114.000 lainnya mengalami luka-luka.

Pada November tahun lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menerbitkan surat perintah penangkapan bagi Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, serta mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Selain itu, Israel juga menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) terkait agresinya terhadap wilayah Palestina.