YOGYAKARTA - Paracetamol merupakan obat penghilang rasa sakit yang biasanya dikonsumsi untuk menghilangkan nyeri dan mengurangi panas. Dalam artikel ini akan kita bahas cara kerja obat paracetamol untuk mengatasi nyeri.
Cara Kerja Obat Paracetamol
Paracetamol tergolong sebagai obat yang aman dikonsumsi dan bisa didapatkan secara bebas. Paracetamol dapat dikonsumsi untuk mengurangi rasa nyeri seperti sakit kepala, nyeri menstruasi, sakit punggung, sakit gigi, hingga terkilir.
Paracetamol bekerja dengan cara menghambat bahan kimia yang memberikan sinyal rasa sakit ke otak. Adapun saat menurunkan panas, paracetamol mempengaruhi pembawa pesan yang mengatur suhu tubuh.
Dikutip dari laman NHS, untuk bekerja secara efektif meredakan nyeri di dalam tubuh, paracetamol memerlukan waktu hingga satu jam setelah dikonsumsi. Paracetamol terus bekerja hingga 5 jam setelah dikonsumsi.
Biasanya dalam kurun waktu tersebut rasa nyeri akan berkurang. Namun, Anda perlu memahami, paracetamol tidak bekerja untuk mengurangi peradangan.
Ketua Umum Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Abraham Andi Padlan Patarai menjelaskan paracetamol adalah salah satu jenis obat yang jarang mendapatkan laporan terkait efek samping.
Meski tidak memberikan efek samping yang berat, sebaiknya Anda tidak mengonsumsi paracetamol dengan dosis yang berlebihan atau bersamaan dengan obat lain yang juga mengandung paracetamol.
Dosis konsumsi paracetamol untuk orang dewasa yaitu 1 tablet atau kapsul 500 mg dan dapat dikonsumsi hingga 4 kali dalam 24 jam. Beri jeda antar dosis setidaknya selama empat jam.
Manfaat Paracetamol
Di bawah ini adalah manfaat paracetamol yang bisa dirasakan:
Menurunkan demam
Selain menjadi obat pereda nyeri atau analgesik, manfaat paracetamol yang lain yaitu memiliki sifat antipiretik. Obat antipiretik adalah obat yang mampu menurunkan demam. Paracetamol diduga dapat meningkatkan suhu tubuh dengan cara memengaruhi hipotalamus di otak.
Meredakan nyeri ringan hingga sedang
Paracetamol sudah diketahui banyak orang dengan manfaatnya sebagai pereda rasa nyeri atau analgesik. Para peneliti menduga obat ini memberikan efek pada hormon yang disebut prostaglandin yang menimbulkan rasa sakit dan peradangan.
Sebagai obat analgesik, paracetamol dapat meredakan rasa nyeri ringan hingga sedang di berbagai area tubuh, antara lain:
- Nyeri otot;
- Sakit kepala;
- Sakit gigi;
- Radang sendi;
- Sakit punggung.
Selain itu, paracetamol bisa meredakan rasa nyeri yang muncul akibat menstruasi pada wanita, rasa sakit di beberapa bagian tubuh karena flu dan pilek, dan juga nyeri di area suntikan setelah vaksinasi.
Namun, paracetamol bukan obat antiinflamasi. Jadi, obat ini hanya mampu meredakan rasa nyeri, tetapi tidak dapat mengurangi pembengkakan atau peradangan.
Mengendalikan kadar gula darah dan menjaga fungsi otot
Paracetamol atau acetaminophen juga dipercaya bermanfaat untuk mengendalikan kadar gula darah dan menjaga fungsi otot. Selain itu, paracetamol juga diduga dapat melindungi kesehatan jantung dan otak karena mengandung sifat antioksidan.
Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengonsumsi Paracetamol
Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum mengonsumsi paracetamol:
- Pastikan Anda mengikuti petunjuk penggunaan yang tertulis pada kemasan obat atau sesuai anjuran dokter saat mengonsumsi paracetamol.
- Jangan konsumsi obat ini melebihi dosis yang dianjurkan. Jumlah maksimal konsumsi paracetamol untuk orang dewasa yaitu 1 gram (1000 miligram) per dosis dan 4 gram per hari. Mengonsumsi paracetamol dalam dosis tinggi dapat mengakibatkan kerusakan pada hati.
- Jika hendak memberikan paracetamol untuk anak, sebaiknya pilih paracetamol khusus anak dan ikuti petunjuk dosis yang tertulis pada label kemasan dengan hati-hati.
- Jangan mengonsumsi obat lain yang juga mengandung paracetamol ketika Anda mengonsumsi paracetamol.
- Sebelum mengonsumsi paracetamol, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter jika Anda pernah mengalami reaksi alergi terhadap paracetamol atau obat lainnya di masa lalu, memiliki masalah hati atau ginjal, mengonsumsi alkohol lebih dari jumlah maksimum yang disarankan secara teratur, atau sedang mengonsumsi obat lain.
BACA JUGA:
Selain itu, Anda sangat dianjurkan untuk berhenti mengonsumsi paracetamol dan segera menghubungi dokter bila mengalami hal berikut:
- Demam tidak kunjung reda setelah 3 hari konsumsi paracetamol.
- Masih terasa nyeri setelah 7 hari mengonsumsi paracetamol.
- Mengalami ruam kulit, sakit kepala terus-menerus, atau kemerahan atau bengkak.
- Gejala semakin memburuk atau timbul gejala baru.
Demikianlah penjelasan mengenai cara kerja obat paracetamol dan hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsinya. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.